Kita hidup di dunia ini hanya sekejap saja, kita tidak akan lama disini dan pasti akan kita tinggalkan. Dunia hanyalah fasilitas untuk ibadah kepada Sang Pencipta langit dan bumi. Dunia hanyalah ladang, dimana kita menanam bekal sebanyak-banyaknya yang kemudian akan dipetik di akhirat kelak. Dunia bukan tujuan dan bukan harapan. Jangan menghadirkan pikiran untuk mendapatkan duni seakan-akan ingin bertahan selamanya. Sebab dunia akan musnah dan hancur sehancur-hancurnya.
Dunia penuh dengan kedustaan, penuh kehinaan dan penuh permainan yang bisa saja membuat kita tertarik kedalam permainan tersebut hingga kita tak bisa keluar dan terlepas darinya. Dunia itu penuh kehinaan yang membuat kita menjadi makhuk hina tatkala kita terjerumus kedalamnya terlalu jauh.
Jangan biarkan diri kita menjadi budak dunia, mengikuti kemauan dunia hingga menjerumuskan ke hal nista yang dilarang dalam agama. Memiliki keinginan yang menggebu-gebu untuk memiliki dunia dengan segala cara tanpa melihat baik buruknya.
Budak dunia akan selalu terikat dengan dunia, akan selalu merasa hampa tatkala tidak mendapatkan dunia, entah itu jabatan, kekayaan, kedudukan maupun popularitas. Seluruh hidupnya pun dicurahkan demi mendapatkan dunia yang tidak ada apa-apanya ini ketimbang yang Allah janjikan.
Budak dunia akan lupa tujuan mereka diciptakan, lupa hakikat diri mereka sebagai hamba dan makhluk. Lupa segalanya kecuali dunia, dunia dan dunia. Itulah hal yang selalu ada dipikiran manusia yang telah menjadi budak dunia. Agama dan keimanan telah mereka lupakan. Na'udzu billah.
Saudaraku, Islam tidak melarang untuk mendapatkan jabatan dan kekayaan, namun jangan itu yang membuat kita lalai akan mengingat Allah dan lupa akan kehidupan akhirat. Islam tidak melarang memakai fasilitas dunia, namun jangan berlebihan yang membuat kita lupa diri hingga terjerumus kepada maksiat.
Ingat, kita hanya numpang lewat disini. Bukankah Nabi pernah mengatakan bahwa kita didunia ini ibarat musafir yang singgah berteduh dibawah pohon sejenak dan kemudian melanjutkan perjalanannya.
Nabi shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:
مَا لِيْ وَلِلدُّنْيَا؟ مَا أَنَا وَالدُّنْيَا؟! إِنَّمَا مَثَلِيْ وَمَثَلُ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رَاكِبٍ ظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا
"Apalah artinya dunia ini bagiku?! Apa urusanku dengan dunia?! Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan dunia ini ialah seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon, ia istirahat (sesaat) kemudian meninggalkannya." (al hadits)
Kita hanya sebentar didunia ini kemudian akan melanjutkan perjalanan yang sangat panjang. Yang seharusnya kita lakukan adalah menyiapkan bekal sebanyak-banyaknya berupa amal sholeh untuk meraih kebahagiaan hakiki, bukan mengejar dunia yang tidak akan bertahan selamanya.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّمَا يَكْفِي أَحَدَكُمْمِنَ الدُّنْيَا كَزَادِالرَّاكِب
"Sesungguhnya cukup bagi kalian di dunia ini seperti bekal orang yang dalam perjalanan". (al hadits)
وَعُدَّ نَفْسَكَ مِنْ أَهْلِ الْقُبُوْر
"Dan persiapkan dirimu termasuk orang yang akan menjadi penghuni kubur [pasti akan mati]". (al hadits)
Wallahu A'lam
Belum ada tanggapan untuk "Budak Dunia"
Posting Komentar
Syukran atas kunjungannya, jazakumullahu khair.
• Berkomentarlah dengan baik, sopan dan hindari debat kusir.
• Silahkan memberi kritikan dan saran yang membangun.