Menjaga Diri Dari Dosa

Manusia adalah makhluk yang lemah, lemah akan godaan, lemah akan syahwat. Manusia memiliki nafsu yang membuatnya lemah. Dengan keadaan ini, syaithan dengan mudah menjerumuskan manusia ke hal-hal yang nista. Banyak yang tidak mampu membentengi dirinya sehingga ia masuk keperangkap syaithan. Sudah beribu-ribu bahkan jutaan manusia yang telah terjerumus dalam dosa, entah disengaja atau tidak.  Iblis yang begitu cerdik, dengan mudah menghasut manusia yang lemah akan godaan.

Bagaimana cara menjaga diri dari dosa? Apakah kita mampu menahan hasutan iblis yang dibisikkan ketelinga manusia? Allah menganugerahi akal dan hati kepada manusia untuk dijadikannya alat untuk berpikir dan merenungi setiap yang terjadi. Akal mampu membedakan yang mana baik dan yang mana buruk. Begitu pun hati, hati akan sangat mudah membedakan hal tersebut. Tinggal diri kita menggunakannya dengan baik sebagai mana mestinya.

Tentu sebagai makhluk yang memiliki akal, manusia akan berpikir terlebih dahulu untuk melakukan sesuatu, ia akan menelusuri apa dampak yang akan terjadi jika ia melakukannya, dan apa yang terjadi jika tidak melakukannya. Dengan menggunakan akal yang sehat, kita mampu membentengi diri dari maksiat dan dosa. Akal kita akan selalu mengingatkan bahwa itu hal buruk ketika hendak mengerjakan dosa. Hati yang memiliki cahaya iman, akan memilah mana yang pantas dikerjakan dan yang pantas ditinggalkan. Hati akan memberikan cahaya penuntun kearah baik. Sekali lagi itu terjadi jika dipergunakan sebagai mestinya.

Jika terlanjur ternodai, maka akan sulit membentengi diri. Ketika akalnya tak mempan lagi dengan hasutan syaithan, maka dengan mudah ia terjerumus. Hati pun demikian, jika telah mengeras dipenuhi titik hitam, maka akan suli memilah antara haq dan bathil.

Namun, hati setiap manusia pasti ada setitik cahaya disana. Allah akan memberikan rasa penyesalan, kegundahan, kekhawatiran tatkala sudah terlanjur maksiat. Itulah cahaya yang kecil yang diberikan Allah untuk membuat kita kembali kejalanNya. Tapi jika kita tak peka dan tak menangkap cahaya tersebut, maka kita tidak akan keluar dari kubangan dosa. Namun kasih sayang Allah yang begitu besar terhadap hambaNya, Dia memberi kita peringatan agar kita bisa keluar, entah berupa musibah bencana, sakit, dan lainnya. Semua itu bentuk peringatan Allah bahwa kita telah melampaui batas dan hendaknya kita kembali pada kebenaran.

Tapi jika hal itu tak lagi mempan untuk kita, maka Allah akan membuat kita sengsara hingga maut menjemput dan akhirnya meninggal dalam keadaan su'ul khatimah (mati dalam keadaan buruk penuh dosa). Na'udzublillah. Maka hendaklah kita menjaga iman kita, menggunakan akal kita dengan baik, menjaga hati agar tak ternodai yang membuat kita tersesat. Dan selalu bertaubat kepada Allah setiap waktu, sebab kita semua adalah makhluk lemah yang dipenuhi dosa.

Wallahu A'lam

Postingan terkait:

2 Tanggapan untuk "Menjaga Diri Dari Dosa"

  1. semoga saya bsa menjaga diri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, itu memang keharusan, jika tak ingin diadzab

      Hapus

Syukran atas kunjungannya, jazakumullahu khair.
• Berkomentarlah dengan baik, sopan dan hindari debat kusir.
• Silahkan memberi kritikan dan saran yang membangun.