Assalamu'alaykum.
Kali ini saya akan menjelaskan beberapa alasan atau faktor seseorang enggan berhijrah. Mungkin sebagian orang atau bahkan diri kita sendiri adalah salah satu orang tersebut. Ada yang mengatakan; 'Hijrah itu gak gampang'. 'Hijrah itu butuh waktu yang panjang'. Dan masih banyak lagi argumen-argumen lain yang tentunya tak sepenuhnya itu benar. Bisa saja karena ada hal-hal yang membuat argumen-argumen tersebut tak bisa terpatahkan.
Ok, berhijrah memang sulit dan memakan waktu yang tidak sedikit. Kita harus menghadapi berbagai ujian dan rintangan agar bisa sampai dititik akhir hijrah kita. Tak hanya itu, kita harus tetap konsisten menjalaninya, sebab sedikit goyah saja, proses hijrah kita bisa gagal total. Dan waktu yang selama ini kita gunakan terbuang sia-sia.
Namun, meskipun begitu, kita tidak akan mustahil melakukannya, dengan tekad dan niat yang sungguh-sungguh, kita akan bisa melakukannya. Tak lupa juga terus berdoa, dan melakukan dengan hati yang ikhlas.
Baik, tanpa panjang lebar, berikut ini saya paparkan alasan atau faktor, kenapa sebenarnya seseorang enggan berhijrah.
1. Takut dicaci atau dikucilkan
Mungkin faktor inilah yang paling banyak di alami oleh seseorang yang ingin berhijrah, namun tidak kesampaian. Mereka takut dicaci, dihina dengan perubahan yang mereka lakukan. Tidak kuat menerima cacian dan cercaan yang menyakitkan dari orang lain. Mereka juga enggan berhjirah karena takut dikucilkan. Padahal itu salah satu ujian dalam hijrah kita, seberapa kuat kita menerimanya dan tetap konsisten dengan hijrah kita.
2. Tidak ingin kehilangan sahabat atau orang tersayang
Siapa sih yang tidak ingin memiliki sahabat? Apalagi sahabat yang care sama kita. Selalu perhatian dengan keadaan kita. Dan tentunya selalu ada saat kita butuh pertolongan serta selalu memberi kira semangat saat kita terpuruk oleh keadaan. Namun, jika ada sahabat yang menentang hijrah kita, masih pantaskah disebut sahabat? Saya pikir, sahabat itu selalu mendukung kita apapun yang kita lakukan, dalam konteks 'baik'. Jadi jika ada sahabat yang menentang hijrahmu, biarkan mereka meninggalkanmu. Kamu tidak usah memberikan penjelasan, sebab yang namanya sahabat itu selalu pengertian terhadap apa yang kita lakukan. Jangan takut berhijrah hanya karena sahabat, sebab engkau akan menemukan sahabat-sahabat yang jauh lebih baik dari proses hijrahmu. Sahabat yang menuntunmu untuk menuju kearah yang lebih baik. Sahabat yang mendukung proses hijrahmu.
3. Merasa tidak bebas
Kebebasan. Semua orang pasti ingin kebebasan. Tidak ingin terikat oleh sebuah aturan atau semacamnya yang menjadi penghambat geraknya. Tapi, jika tidak ada aturan, bukankah dibumi ini akan amburadul? Seperti halnya hijrah, sebagian orang enggan berhijrah dengan dalih tidak merasa bebas. Mereka berpikiran, setelah berhijrah mereka akan terikat sepenuhnya dalam hijrahnya. Itu adalah pemikiran yang salah. Dalam islam, kita tidak sepenuhnya harus meninggalkan kebiasaan-kebiasaan jika memang itu kebiasaan yang baik dan diperbolehkan. Jangan merasa kaku setelah berhijrah, merasa ada pembatas yang menghalangi gerakmu. Hijrah itu meninggalkan kebiasaan buruk, bukan meninggalkan kebiasaan baik yang diperbolehkan.
4. Masalah Ekonomi & karir (pekerjaan)
Perekonomian sudah menjadi santapan sehari-hari kita. Tidak dirumah, kantor, sekolah dan tempat-tempat lainnya, kita akan selalu dihadapkan dengan masalah ekonomi. Tak ayal, jika seseorang melakukan apa saja demi perekonomian, bahkan ada yang kelewat batas. Inilah salah satu faktor kenapa seseorang tidak ingin berhijrah. Mereka takut jika setelah berhijrah, perekonomiannya akan turun. Atau karir (pekerjaan) mereka harus mereka tinggalkan sebab berhijrah. Oh, sungguh persepsi yang salah. Pekerjaan -baik- dibumi ini sangat banyak, jangan hanya terpaku pada satu pekerjaan apalagi yang menghambat hijrahmu. Jangan sekali berpikiran berhijrah akan menyulitkan dapat pekerjaan. Siapa yang bilang? Justru dengan berhijrah, kita akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik -atau halal- dari yang sebelumnya. Jadi, jangan hanya alasan ekonomi dan karir, kita batal berhijrah.
5. Menganggap masih banyak waktu
Siapa yang menjamin umur kita masih panjang? Presiden? Konglomerat? Raja? Jangankan kita, mereka saja tidak tau umur mereka sampai kapan.
Waktu itu sangat berharga. Ada pepatah mengatakan, "Waktu adalah uang". Ok, saya tidak menyalahkan pepatah tersebut. Namun menurut saya, "Waktu adalah segalanya". Semua yang kita lakukan, harus memiliki waktu. Tak terkecuali berhijrah. Namun sayang, masih banyak yang beranggapan masih banyak waktu sehingga proses hijrah mereka tertunda. Mereka berpikiran masih ada besok, besok dan besok. Udah yakin besok masih hidup?. Jika ingin berhijrah, jangan tunda, sebab sekalinya kau menunda, itu takkan pernah terjadi. Saat ada sebersit dari hati dan pikiranmu untuk berhijrah, segera lakukan, jangan menunggu waktu yang tak pernah pasti.
Sekian dulu pemaparan yang sempat saya tuliskan untuk kalian. Semoga ini bermanfaat untuk kita semua.
Wallahu A'lam
mantap blognya , lanjutkan .
BalasHapuskunjungan dari softkini.blogspot.co.id
Makasih gan udah mampir diblog sederhana ini.
Hapus