Menuntut Ilmu adalah Kewajiban Sebagai Muslim

Wahai saudara muslim-ku, jadilah muslim yang kaffah. Jadikan Allâh satu-satunya penolong hidupmu. Karena tiada daya kita tanpa-Nya. Kita hanyalah sebutir pasir dari sekian banyak pasir dibumi ini. Pertolongan-Nya telah menjadi harapan terbesar buat kita semua.

Saudara-ku, menjadi muslim yang sejati memang bukan hal yang mudah, namun kita dituntut untuk terus belajar dan belajar. Sebagai makhluk yang berakal, ilmu sangatlah penting untuk menjadi khalifah dimuka bumi ini. Seperti yang kita ketahui ditengah perkembangan zaman yang semakin jahiliyah seperti saat ini, ilmu agama sangat penting untuk menimbang segala sesuatu yang muncul dihadapan kita.

Pentingnya belajar dan menuntut ilmu sudah sangat jelas diterangkan ALLAH SWT dan telah dituangkan dalam Al-Quran surat Al Mujadalah sebagai berikut.

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَأُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.s. al-Mujadalah : 11)

Mau dibawa kemana bumi ini tanpa ilmu? Untuk itu, kita diwajibkan menuntut ilmu oleh Allah dan rasul-Nya.

مٍطَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang Islam” (Riwayat Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Ibnu Abdil Barr, dan Ibnu Adi, dari Anas bin Malik)

Bagaimana kita bisa menjadi muslim sejati tanpa ilmu. Bagaimana bisa membuat sebuah beton sedang semen yang dibutuhkan tidak ada?. Begitu pentingnya ilmu, sampai Allah dan rasulNya mewajibkannya.

Saudaraku, muslim sejati bukanlah dia yang ahli ibadah, yang sangat rajin beribadah kepada Allâh, namun mereka yang memiliki ilmu dan menerapkannya. Bahkan orang yang berilmu -agama- lebih tinggi derajatnya dibanding ahli ibadah.

Karena tanpa ilmu, ibadah seseorang bisa sia-sia. Bisa karena tidak sesuai dengan tuntunan rasul atau bahkan tidak pernah dianjurkan oleh nabi. Tanpa ilmu, ibadah-ibadah yang tak ada ajarannya dari nabi bisa saja dilakukan. Sudah banyak amalan bid'ah yang berkembang dimasyarakat. Semua itu karena minimnya ilmu agama mereka. Bukannya mereka tidak tau, namun mereka tidak mau menuntutnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda

,مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌ

ّ“Barangsiapa membuat suatuperkara baru dalam urusan kami ini(urusan agama) yang tidak ada asalnya, makaperkara tersebut tertolak” (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)
Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda

,مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌ

ّ“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Muslim no. 1718)

Jangan menyepelekan permasalahan ini. Tanpa ilmu, orang bisa saja tersesat, jika sudah tersesat sangat sulit untuk menemukan jalan yang benar. Salah satunya adalah pelaku bid'ah, mereka sudah sangat sulit meninggalkan amalan sia-sianya, karena mereka beranggapan yang dilakukannya benar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihiwa sallam setiap memulai khutbah biasanya beliau mengucapkan,

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَىمُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Amma ba’du. Sesungguhnyasebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan” (HR. Muslim no. 867)

Sangat berbahaya memang tanpa ilmu agama. Namun lebih bahaya lagi yang berilmu keliru / salah. Kesesatan tak bisa dielakkan.

Dalam riwayat An Nasa’i

,مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ، إِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan yang disesatkan oleh Allah tidak ada yang bisa memberi petunjuk padanya. Sesungguhnya sebenar-benarperkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah(perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya dineraka” (HR. An Nasa’i no. 1578, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan An Nasa’i)

Saudara muslimku, untuk itu mari kita sama-sama menjadi hamba yang sentiasa berada dijalur yang benar. Jalur dimana yang akan mengantarkan kita pada jannahNya. Betapa banyak yang ingin meraskan nikmat tersebut. Semua itu kita mulai dengan menuntut ilmu agama.

Mari kita tak henti-henti untuk belajar ilmu agama, jangan puas dengan ilmu yang kita miliki. Kita harus terus belajar tanpa puas. Jadikan itu obsesi kita untuk menggapai ridha-Nya. Insyâ Allâh.

Wallahu A'lam

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Menuntut Ilmu adalah Kewajiban Sebagai Muslim"

Posting Komentar

Syukran atas kunjungannya, jazakumullahu khair.
• Berkomentarlah dengan baik, sopan dan hindari debat kusir.
• Silahkan memberi kritikan dan saran yang membangun.