Assalamu'alaykum sahabat. Berbicara perihal kematian, ini sudah menjadi momok bagi masyarakat. Peristiwa ini adalah akhir dari kehidupan kita dimuka bumi ini. Dan tentu kita sebagai muslim yang beriman, kita harus mempercayai yang adanya hari akhir -kematian. Karena salah satu ciri orang beriman ialah mempercayai adanya hari dimana berakhirnya aktivitas manusia di dunia untuk melanjutkan perjalanan berikutnya. Setiap makhluk yang bernyawa akan merasakan kematian, sebagaimana dalam firman-Nya:
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan”. (QS Al Ankabut: 57)
Ayat ini telah menunjukkan bahwa kematian itu nyata, bukan khayalan belaka. Dan sudah banyak makhluk yang merasakan yang namanya kematian, terkhusus manusia. Kita tidak dapat menghindari kematian, dimanapun kita berada kematian itu akan selalu mengikuti.
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh“. (QS An Nisa': 78)
Diayat lain Allah juga berfirman:
“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan“. (QS Al Munafiqun: 11)
“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan“. (QS Al Jumu'ah: 8)
Dari beberapa ayat diatas sudah dipastikan kita tak bisa mengelak saat kematian itu menghampiri, kita hanya bisa pasrah ruh kita dicabut, merasakan detik-detik dahsyatnya sakratul maut, detik dimana kita berpisah dengan dunia fana ini, yang menjadi persoalan, bagaimana nasib kita setelahnya.
Semua itu tergantung apa yang selama ini kita kerjakan selama kita hidup didunia. Balasan yang kita dapatkan akan sesuai dengan apa yang kita lakukan, keadilan Allah tidak akan salah. Setelah kita berakhir didunia yang penuh sunda gurau ini, kelak nanti kita dihadapkan oleh kenyataan yang selama ini kita abaikan, kenyataan yang selama ini sering kita lupakan. Dan kita tak pernah bayangkan.
Sahabat Tinta Muslim, kita memang tak bisa menjamin diri kita akan berakhir dimana kelak, namun kita bisa menilai-nilai saat ini, kita bisa memprediksi dengan landasan amal yang kita kumpulkan, apakah itu bisa membantu, atau itu masih sangat kurang. Untuk itu kita bermuhasabah, introspeksi diri, mengevaluasi amal yang selama ini kita kerjakan. Waktu terus berjalan, kematian juga pasti akan ada dihadapan. Sebelum itu terjadi, mari kita lebih mendekatkan diri kepada Allah, kita tak bisa menyangkal, bahwa satu-satunya penolong kita hanyalah Allah.
Wallahu A'lam

Sekarang lebih byk mendekati Allah dari pada mendekatkan larangan allah
BalasHapusiya, gan. saatnya banyak2 mndekatkan diri kpd Allah...
Hapusiya, gan. saatnya banyak2 mndekatkan diri kpd Allah...
Hapus