Kenapa Indonesia yang notabene memiliki segalanya tetap miskin? Kalau dipikir, logikanya Indonesia itu dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya hingga makmur. Semua kebutuhan, bisa didapatkan di Indonesia. Namun, kenapa negara ini begini-begini saja? Tidak ada perubahan kearah lebih baik, malah sebaliknya semakin terperosot jatuh kebawah jauh dari kata makmur.
Bandingkan Saudi Arabiah. Saudi itu salah satu negara timur tengah, dengan ciri khasnya bergurun pasir dan panas. Sumber daya alamnya sedikit, tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Namun, kemakmuran disana lebih merata dibanding Negara kita.
Kalau ingin membandingkan lebih jauh, Indonesia lebih unggul dibanding Saudi Arabiah. Namun kenyataannya berbanding terbalik, justru Saudi Arabiah yang lebih makmur dibanding Indonesia. Kenapa demikian?
Salah satu masalahnya ada pada Adzan. Kemana petani Indonesia saat adzan? Kemana karyawan Indonesia saat adzan? kemana pejabat negara Indonesia saat adzan? Ini mungkin pertanyaan yang paling gampang, kita bisa lihat jawabannya saat adzan, kita bisa tau kemana para pekerja Indonesia saat memasuki waktu shalat. Mereka mengabaikan panggilan Allah. Ini yang sebenarnya membuat negara Indonesia tidak bisa makmur. Sumber daya alam memang melimpah, namun tidak berkah. Indonesia itu kaya tapi miskin, kaya dari segi sumber daya alamnya, miskin dari agamanya. Akhirnya, sumber daya alam itu sama sekali tidak membantu karena keberkahan dari Allah tidapatkan. Hasilnya, seperti sekarang ini. Kemiskinan semakin bertambah, belum lagi masalah-masalah yang lain. Seharusnya sebagai masyarakat, kita introspeksi diri, kenapa negara yang kita cintai seperti ini. Apa yang terjadi sebenarnya.
Mungkin karena kesalahan diri kita akhirnya Indonesia seperti ini. Karena kalau dilihat, Indonesia sama sekali tidak kekurangan dari segi sumber daya. Yang kurang itu keberkahan, masyarakat Indonesia cenderung acuh terhadap panggilan Allah, mereka mengabaikan panggilan Allah, jadi jangan salahkan jika Allah juga mengabaikan kita, membuat negara yang kita cintai seperti ini sekarang. Dan tentu ini bukanlah hukum karma, dalam islam, karma itu tidak ada, karena setiap yang kita lakukan pasti akan dibalas setimpal oleh Allah. Sebagaimana firman berikut:
"Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 8)
Untuk itu mari kita mulai memperbaiki diri, lebih mendekatkan diri kepada Ilahi, sebab tiada daya dan upaya yang bisa kita lakukan tanpa Allah. Jangan mengabaikan panggilannya. Allah selalu mencintai hamba-Nya, selama hamba-Nya itu memang benar-benar menginginkan cinta dari-Nya.
Wallahu A'lam
Belum ada tanggapan untuk "Saat Panggilan Allah Terabaikan"
Posting Komentar
Syukran atas kunjungannya, jazakumullahu khair.
• Berkomentarlah dengan baik, sopan dan hindari debat kusir.
• Silahkan memberi kritikan dan saran yang membangun.