Saya, Anda dan Kita, mungkin sering mendapatkan pandangan meremehkan, melecehkan ataupun pandangan merendahkan dari orang disekeliling kita. Pandangan yang menyiratkan bahwa kita tidaklah ada apa-apanya dimata mereka, menganggap kita ini hanyalah buih dilautan yang tidak ada nilainya sama sekali. Kita sering dinilai entah itu dari penampilan, keturunan, kekayaan, ataupun dari ketenaran. Sebab bagi pandangan sebagian manusia, begitulah penilain terhadap seseorang yang diutamakan.
Orang-orang seperti ini dipikirannya hanyalah, dunia, dunia dan dunia. Seakan mereka akan hidup selamanya dengan abadi di Dunia. Padahal kita semua pahami bahwa dunia ini bersifat semu dan fana, yang berarti suatu waktu akan punah dan binasa.
Terus, bagaimanakah sikap kita terhadap orang yang meremehkan kita, orang yang menganggap kita tidak bernilai, apakah kita harus marah, memberikan bukti bahwa kita juga bisa, menunjukkan kelebihan yang selama ini mereka belum ketahui sehingga mereka meremehkan kita, atau kita tidak usah pedulikan mereka?
Mungkin sebagian kita pernah merasakan bagaimana sakitnya direndahkan atau diremehkan, pasti kita merasa marah dan tidak terima dengan anggapan mereka, dan membuat kita merasakan kekesalan ingin membalas. Itu memang suatu hal wajar ketika kita disakiti, pasti otomatis akan ada rasa ingin membalas dendam.
Namun, kita mesti tau dan memahami bahwa membalas atau menggubris mereka sama sekali tidak memiliki manfaat buat kita, sama sekali tidak berguna bagi diri kita, yang ada malah mereka semakin senang bahwa kita terpancing dengan anggapan mereka dan membuktikan bahwa anggapan mereka kepada kita merupakan suatu yang benar.
Menggubris mereka yang sering meremehkan kita adalah suatu pekerjaan yang sia-sia, belum tentu pandangan mereka terhadap kita berubah dari sebelumnya. Maka dari itu, tak usah menggubris mereka. Apa yang mereka ingin lakukan, apa yang mereka ingin katakan kepada kita, bagaimana penilaian mereka terhadap kita, tak usah digubris, sebab itu tidak akan mengubah hidup kita, tidak akan mengubah rencana Allah buat kita kedepannya. Jangan sampai hanya gara-gara mereka kita sia-siakan waktu kita untuk menggubris anggapan mereka. Tak usah dipedulikan, toh belum tentu mereka lebih baik dari kita. Dan kita tidak perlu pembuktian dari mereka terhadap kita.
Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadiyang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS Al Hujurat: 11)
Sebab, sebenarnya kia ingin penilaian Allah atau manusia? Disini kita mesti meluruskan apa yang sebenarnya kita harapkan, penilaian Allah atau manusia? Jika manusia, sunnguh itu pekerjaan yang sia-sia dan melelahkan, apalagi hati manusia itu cepat berubah dan kadang tidak konsisten. Maka yang semestinya kita lakukan ada mengharapkan penilaian semata-mata dari Allah, sebab apa yang Allah nilai baik, maka itu memang baik, begitupun sebaliknya. Penilaian manusia itu sering salah, karena memang tidak seharusnya menilai sesama manusia, itu sama sekali tidak logis. Manusia sama sekali tidak mempunyai kewenangan untuk menilai sesama manusia, penilaian itu hanya kekuasaan Allah. Jadi jika ada yang menilai seseorang dengan pandangan sendiri, yakinlah itu adalah manusia yang sombong dan merasa lebih baik dari orang lain.
Wallahu A'lam
Belum ada tanggapan untuk "Tak Usah Menggubris Mereka"
Posting Komentar
Syukran atas kunjungannya, jazakumullahu khair.
• Berkomentarlah dengan baik, sopan dan hindari debat kusir.
• Silahkan memberi kritikan dan saran yang membangun.