Ilmu dan Amal

Ibnu Al Qoyyim berkata, "Ilmu adalah memindahkan  gambar sesuatu yang diketahui dari luar dan menetapkannya di dalam jiwa. Sedangkan amal adalah memindahkan pengetahuan dari jiwa dan menetapkannya di luar. Jika apa yang ditetapkan di dalam jiwa itu sesuai dengan kenyataan, maka itulah yang disebut dengan ilmu yang benar." [Al Fawa'id]

Ilmu memang sangat diperlukan untuk setiap manusia. Terkhusus muslim, ilmu akan menjadikan jembatan untuk beramal shaleh, menjadi penuntun arah langkah, dan sebagai cahaya yang menyinari jiwa. Ilmu adalah dasar untuk melakukan suatu amal kebaikan. Agar setiap amal yang kita lakukan sesuai dengan tuntunan Rasulullah.

Orang yang berilmu dan yang tidak berilmu pasti akan terlihat jelas perbedaannya. Baik dari segi bicaranya maupun tingkah lakunya. Amal yang dilakukannya pun pasti berbeda. Orang yang telah mempelajari ilmu akan melakukan amal sesuai perintah Allah dan Rasul-Nya, tidak akan melakukan sesuatu (amal) yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah, karena itu sama saja menyalahi syariat agama.
Berbeda dengan orang tidak memiliki ilmu, mereka kadang melakukan amalan yang sebenarnya tidak ada dalam syariat Islam. Ilmu mereka minim sehingga apa yang dilakukan, bukannya mendapat pahala namun justru mendapat dosa dan tentu mereka dalam keadaan sesat. Meraka tak memiliki ilmu yang menuntun lakahnya dan menjadi cahayanya.

Begitu pentingnya ilmu sehingga Rasulullah mewajibkan setiap kaum muslim baik laki-laki maupun wanita agar selalu dan tak berhenti menuntut ilmu (agama), karena untuk beramal kita harus memiliki ilmunya, jangan sampai melakukan amalan tanpa dasar keilmuan tentang amalan tersebut.

Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wasallam bersabda, yang artinya:

”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. [HR. Ibnu Majah. Di nilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224]

Orang yang menuntut ilmu juga memiliki keutamaan dalam Islam sebagaimana sabda Rasul yang artinya:

”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. [HR. Turmudzi]

Dalam hadits lain Rasulullah bersabda, artinya:

”Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah memudahkannya ke jalan menuju surga”. [HR. Turmudzi]

Orang yang pergi mencari ilmu akan dimudahkan oleh Allah jalan menuju Surga. Subhanallah, sungguh beruntunglah orang yang senantiasa menuntut ilmu. Maka dari itu, segeralah kita untuk mencari ilmu yang di ridhai oleh Allah yaitu ilmu agama, agar kita mendapatkan rahmat-Nya sehingga kita dimudahkan untuk ke jannah-Nya.

Terlepas dari hukum menuntut ilmu, kita menuntut ilmu karena sebelum kita beramal, agar kita mengetahui apakah amalan tersebut memiliki dasar perintah atau tidak. Jangan sampai kita salah jalan dan tersesat sehingga kita akan sulit mendapatkan rahmat dan surga-Nya.

Wallahu A'lam

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Ilmu dan Amal"

Posting Komentar

Syukran atas kunjungannya, jazakumullahu khair.
• Berkomentarlah dengan baik, sopan dan hindari debat kusir.
• Silahkan memberi kritikan dan saran yang membangun.