Kita Hanya Diberi Hak Pakai, Bukan Hak Milik

Sejatinya seluruh apa yang ada dibumi ini, laut, tanah, udara, pepohonan bahkan tubuh dan nyawa kita bukanlah milik kita sesungguhnya. Kita tak memiliki kuasa untuk memiliki semua itu. Allah memberikan kita jasad (tubuh), nyawa dan apa yang kita rasakan itu bukan untuk menjadi milik kita. Kita hanya diberi hak pakai, bukan hak milik. Sebenarnya kita ini miskin tak memiliki apa-apa walaupun secuil, semua fasilitas ini adalah milik Allah subhanahu wata'ala dan status kita hanya meminjam. Jadi, jika sewaktu-waktu ada yang hilang, entah itu uang, kendaraan, benda-benda berharga, bahkan nyawa seseorang jangan terlalu memusingkan diri, itu karena pemiliknya sudah mengambil fasilitas yang selama ini kita pinjam. Kenapa harus marah, itukan bukan milik kita? Kenapa harus menangis histeris seperti orang gila, itukan bukan milik kita?

Ok, menangis atau kecewa itu sah-sah saja tapi jangan kelewat batas sampai-sampai ingin melakukan tindakan bodoh, semacam bunuh diri atau sebagainya. Jangan sampai akal sehat kita rusak sehingga melakukan tindakan yang tidak bisa mengembalikan sesuatu yang hilang. Jangan mengeluarkan amarah yang tidak akan menyelesaikan masalah yang dialami. Saat kita ditimpah masalah atau musibah (kehilangan), serahkan sepenuhnya kepada Allah, sebab semua itu atas kehendak-Nya karena Dia pemilik segalanya. Kita harus bersabar dan ikhlas menerima ketetapan-Nya agar keimanan kita kuat dan kokoh sehingga mendapatkan rahmat-Nya. Dalam firman-Nya:

"Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun“ (“Sesungguhnya kita milik Allah dan hanya kepada-Nya kita kembali”). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. [2:155-157]

Seyogyanya saat kita ditimpah musibah (kehilangan) hal yang harus kita ucapkan adalah kalimat Istirja', bukan mengumpat sana sini dan menuduh orang dengan sembarangan. Jangan membuat nafsu menguasai tubuh kita sehingga kita hilang kendali. Jernihkan pikiran kita, selalu ingat dan tanamkan dalam hati kita bahwa kita hanya diberi hak pakai bukan hak milik. Ketika kehilangan sesuatu itu wajar karena pemiliknya sudah menginginkan kembali apa yang kita pakai selama ini.

Termasuk nyawa dan roh kita, suatu saat akan diambil-Nya, dan kita tak punya kuasa untuk menolak tatkala pemiliknya sudah menginginkannya. Kita ikhlaskan, pasrahkan seluruhnya kepada Allah. Yang seharusnya kita lakukan adalah menjaga, merawat dan menggunakannya dengan sebaik-baiknya dalam hal ketaatan pada-Nya, jangan menggunakannya dengan hal-hal maksiat. Sebab Allah akan menanyakan kenapa fasilitas (yang sejatinya hanya kita pinjam) kita pergunakan ke hal negatif? Dan tentu akan ada nanti konsekuensi yang menunggu kita. Maka, selama fasilitas (nyawa, tubuh, dll) masih kita pakai, pergunakan kepada hal yang positif terutama dalam hal ketaatan dan berusahalah untuk menghindari maksiat, jangan sampai pemiliknya mengambilnya ternyata dipenuhi dengan dosa, tentu kita tidak menginginkanya, bukan?

Oleh sebab itu, perbanyak istighfar dan mengingat Allah, supaya fasilitas yang kita gunakan tidak mengarahkan ke hal maksiat ataupun mendekat kemaksiat.

Wallahu A'lam

Postingan terkait:

2 Tanggapan untuk "Kita Hanya Diberi Hak Pakai, Bukan Hak Milik"

  1. Nice post
    jangan lupa untuk berkunjung ke Solderperak.blogspot.com untuk belajar dunia elektronika

    BalasHapus

Syukran atas kunjungannya, jazakumullahu khair.
• Berkomentarlah dengan baik, sopan dan hindari debat kusir.
• Silahkan memberi kritikan dan saran yang membangun.