Sahabat Catatan Ummat, pernahkah kita berpikiran Allah tidak adil kepada hamba-Nya? Atau pernahkah kita merasa gelisah dengan apa yang didapatkan oleh orang lain? Pernahkan kita tidak senang melihat orang lain tersenyum dan bahagia dengan apa yang mereka peroleh? Jika ya, berarti dihati kita terdapat penyakit berbahaya yang tidak lain ada Iri.
Taukah kita bahwa iri merupakan penyakit hati yang membuat seseorang tidak tenang, gelisah, frustasi, kalangkabut dan tidak karuan terhadap apa yang dimiliki orang lain, entah fasilitas hidup hingga fisik seseorang. Sifat iri merupakan sifat yang menganggap Allah tidak adil, merasa dihina oleh Allah dan prasangka buruk lainnya terhadap Allah. Bukan hanya kepada Allah, sifat iri mengantarkan orang pada sifat buruk lain terhadap orang lain. Seperti pendendam, pembunuhan dan rasa tidak suka. Seseorang yang dihatinya ada sifat iri terhadap saudaranya, ia selalu berprasangka buruk kepada Allah, dan kepanasan ketika saudaranya mendapatkan anugerah.
Kenapa seseorang bisa memiliki sifat iri? Banyak faktor yang membuat seseorang iri terhadap saudaranya. Faktor pertama adalah kurangnya rasa syukur sehingga mendapatkan segalanya, baginya adalah keharusan. Ketika ia tak memperoleh sedangkan saudaranya mendapatkan, timbullah sifat iri dihatinya. Fakto kedua adalah kurangnya keyakinan kepada Allah terhadap pembagian rezeki. Ia tidak tau bahwa semua telah diatur oleh Allah sedemikian rupa apa yang akan kita dapatkan dan tidak kira dapatkan. Sehingga saudaranya mendapatkan apa yang tidak ia dapatkan timbullah prasangka buruk kepada Allah dan rasa iri kepada saudaranya. Faktor ketiga adalah terlalu mencintai dan menuhankan dunia. Orang sudah terlalu mencintai dunia akan selalu iri melihat saudaranya memperoleh fasilitas dunia seperti jabatan tinggi, harta dan kekayaan, popularitas dan sebagainya.
Akan tetapi, lihatlah mereka yang senantiasa hidupnya dibaluti kesederhanaan dan rasa syukur, hidupnya senantiasa tentram dan bahagia. Tidak gelisah melihat tetangganya memperoleh sesuatu, ia tetap tenang. Juga orang yang memiliki keyakinan kuat kepada Allah, ia tidak akan iri dengan milik orang lain sebab Allah telah mengaturnya dengan sangat baik dan teliti. Atau mereka yang hidupnya senantiasa zuhud, mereka terlihat biasa saja ketika saudaranya memperoleh kemewahan dunia, sebab mereka mengetahui dunia ini bukanlah apa-apa. Dunia ini tidak bernilai disisi Allah dan orang zuhud tidak mencintai dunia terlalu berlebihan atau bahkan tidak memiliki rasa cinta sama sekali.
Iri memang bukanlah perkara yang bisa disepelekan, iri sangat berpengaruh pada iman seseorang sehingga tingkah lakunya pun ikut berpengaruh. Ketika hatinya memiliki sifat iri, perbuatannya pun akan menunjukkan sifat iri. Intinya, iri tidak akan membuat suasana hati seseorang tenang, tapi akan selalu diliputi kegelisahan yang berlebihan dan rasa tidak senang kepada saudaranya karena mencintai dunia melaui batasnya. Maka, sepatutnya harus kita hindari sifat iri, jangan sampai sifat ini mendarah daging dihati kita.
Wallahu A'lam
Belum ada tanggapan untuk "Iri, Akan Membuat Hati Gelisah"
Posting Komentar
Syukran atas kunjungannya, jazakumullahu khair.
• Berkomentarlah dengan baik, sopan dan hindari debat kusir.
• Silahkan memberi kritikan dan saran yang membangun.