Sadar atau tidak saat ini zina seakan bukan lagi hal tabu, namun sudah menjadi hal biasa dan lumrah, bahkan kita bisa menemui pemandangan itu diluar saat kita hanya jalan-jalan. Bahkan ditempat umum pun bisa kita saksikan. Seakan itu bukan lagi aib, melainkan suatu prestasi bagi dirinya. Mereka tidak malu mempertontonkan dirinya yang sedang bermesraan di depan orang banyak, mereka terlihat santai saja padahal yang dilakukannya bukanlah sesuatu yang baik bahkan sesuatu yang hina. Ya, apalagi kalau bukan pacaran.
Hubungan yang terlaknat karena sudah masuk dalam kategori perzinaan. Hanya iblis dan pengikutnya yang merestui hubungan tersebut, sedang dalam agama sangat tidak dianjurkan. Karena Islam sangat menjaga kehormatan penganutnya terhadap hal yang hina dan nista. Sedang pacaran sesuatu yang nista dihadapan Allah.
Pacaran akan merusak kehormatan seseorang, menurunkan derajat dan menjadi hina dimata Allah dan dimata seluruh makhluk-Nya. Karena ini salah satu langkah iblis dalam menyesatkan manusia.
Namun pemandangan diluar sana sungguh miris, melihat pemuda pemudi yang terjangkit virus pacaran, mereka lupa bahwa sebenarnya yang mereka lakukan adalah zina. Bersentuhan bukan mahram, saling memandang yang bisa menimbulkan syahwa serta berdua-duaan.
Apakah mereka tidak sadar? Allah selalu mengintai mereka. Malaikat Allah di sisi kanan dan kiri mereka senantiasa mencatat perbuatan yang mereka lakukan.
Namun apadaya jika pacaran sudah hal biasa di negeri ini, sudah menjadi budaya yang seakan menuntut seseorang harus memiliki pacar, bahkan dianggap kuno ketika melihat orang yang tak memiliki pacar. Sunggu lucu. Zina mereka halalkan dan mereka bangga-banggakan. Mereka mengatakan 'itu tidak apa-apa, kan hanya pegangan tangan, tidak lebih.'
Ironi bukan? Mereka lupa iblis selalu mengikutinya dan akan selalu menghasutnya. Mungkin awalnya hanya sebatas pegangan tangan, namun jika ada kesempatan akan mulai peluk-pelukan, berlanjut saling ci*man dan akhirnya berakhir ke kemal*an. Karena iblis tidak akan mundur jika belum menyesatkan dan menjerumuskan manusia pada kehinaan. Ia akan menghasut manusia dengan lembut selembut sutra hingga manusia tergoda dan akhirnya terjatuh dalam perangkapnya.
Dan yang lebih mirisnya lagi, saat ini banyak mengatasnamakan pacaran Islami demi menutupi kedok mereka. Menambahkan embel-embel Islam untuk menghalalkan dan melegalkan hubungan mereka. Menambahkan unsur syar'i pada perzinaan, sungguh suatu yang kelewat batas. Akan mereka dapatkan balasannya kelak apa yang mereka lakukan.
Perlu diketahui, semua itu hanyalah nafsu semata, tidak lebih. Itu bukan cinta apalagi kasih sayang. Seorang yang mencintai tidak akan menyeret orang yang dicintainya pada perzinaan. Namun ia akan menjaga kehormatannya sampai hubungan sah terjadi yaitu pernikahan. Mereka menyalah artikan cinta sehingga melakukan hal yang rendah.
Dan banyak juga diantara mereka menganggap tidak afdhal menikah sebelum pacaran, seakan itu ritual yang penting yang mesti dilakukan untuk melanjutkan kejenjang pernikahan. Mereka mengatakan itu adalah ajang untuk saling mengenal satu sama lain, mempermantap sebelum lanjut ke hubungan yang serius.
Disini sudah bisa kita buktikan bahwa pacaran bukanlah hal yang serius, hanya sebatas permainan. Habis manis sepah dibuang. Begitulah kira-kira aktivitas pacaran. Ketika sudah menikmati dan rasa bosan sudah itu muncul, akan dibuang seperti sampah yang tak lagi berguna. Marah percuma saja, karena pacaran tidak memiliki hubungan yang pasti dan tak memiliki surat resmi, tidak akan ada tindak lanjut seperti pernikahan.
Untuk itu, sangat lebih baik jika kalian meninggalkan aktivitas pacaran. Pacaran tidak akan membawamu pada kebahagiaan, sebaliknya menyeretmu pada kehinaan. Jangan mencari jalan untuk menghalalkan pacaran yang notabene merupakan perzinaan. Ada langkah yang lebih mulia lagi terhormat yang agama syariatkan, bahkan Rasulullah sangat menganjurkannya, yaitu pernikahan. Tidak ada hubungan antara dua orang insan berbeda jenis yang lebih mulia dari pernikahan. Pernikahan justru lebih menjaga kehormatan ketimbang pacaran yang hanya membuang waktu dengan sia-sia. Pernikahan akan membuatmu mulia dihadapan Allah dan seluruh makhluk-Nya.
So, segera tinggalkan pasangan haram kalian, atau segera halalkan kejenjang pernikahan.
Wallahu A'lam
Belum ada tanggapan untuk "Ketika Zina (Pacaran) Dianggap Halal"
Posting Komentar
Syukran atas kunjungannya, jazakumullahu khair.
• Berkomentarlah dengan baik, sopan dan hindari debat kusir.
• Silahkan memberi kritikan dan saran yang membangun.