Penyakit Wahn telah Rasulullah beritakan 14 abad yang lalu melalui hadits beliau yang artinya:
Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.”(HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, shahih kata Syaikh Al Albani. Lihat penjelasan hadits ini dalam ‘Aunul Ma’bud).
Dalam hadits diatas penyakit Wahn memiliki dua indikasi, yaitu cinta kepada dunia dan takut kepada kematian. Satu dengan yang lainnya saling berpengaruh.
Cinta Dunia, artinya keinginan mendapat dunia terlampaui batas, sangat terobsesi dengan dunia dan ingin memiliki seluruh isi dunia. Terlalu mengagumi dan menyanjung kemewahan yang diberikan dunia, memiliki angan-angan terhadap dunia tentang hidup kekal didunia.
Akibatnya, mereka sibuk mencari dan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, melakukan segala cara demi kepuasan hasratnya memiliki dunia, kikir dan bakhil terhadap harta, serta ketamakan yang besar. Mereka mengikuti hawa nafsu dalam melakukan segala sesuatu. Tidak peduli apa itu merugikan yang lain, yang terpenting baginya ia bisa mendapatkan kemewahan dunia.
Takut Mati, adalah akibat cinta dunia yang berlebihan, mereka tidak ingin meninggalkan dunia yang sudah dianggapnya tempat abadinya. Mereka takut tidak lagi merasakan kenikmatan yang disuguhkan oleh dunia, sehingga tatkala ia melihat peristiwa kematian, bukannya memperkuat iman malah menghindari segala yang menghantarkan pada kematian. Padahal setiap makhluk akan mengalami mati.
Kecintaan yang berlebihan pada dunia membuatnya lupa dan lalai untuk menyiapkan bekal, mereka terlalu sibuk dengan materi hingga lupa beribadah. Mendapatkan kemewahan dunia sudah menjadi candu yang tak bisa ia hentikan, menghalalkan segala cara pun ia lakukan.
Penyakit Wahn ini sudah mulai terlihat pada sebagian umat muslim saat ini. Kasus korupsi yang selalu melanda negeri ini adalah akibat cinta dunia yang berlebihan, para pejabat tinggi melakukan cara yang curang demi mendapat kedudukan yang tinggi dalam pemerintahan, itu pun akibat cinta dunia. Sedangkan masjid dan kajian ilmu masih sangat sedikit dibanding penghuninya dibanding jeruji besi. Itu semua karena apa kalau bukan cinta dunia.
Kita sebagai umat muslim, untuk menghindari penyakit Wahn adalah memperkuat iman kepada Allah dan hari akhir, jauhi fitnah-fitnah dunia yang merajalela, memperbanyak amal kebaikan serta ibadah kepada Allah dan jangan lupa selalu berdoa agar dikuatkan keimanannya.
Wallahu A'lam
Belum ada tanggapan untuk "Wahn Penyakit Umat"
Posting Komentar
Syukran atas kunjungannya, jazakumullahu khair.
• Berkomentarlah dengan baik, sopan dan hindari debat kusir.
• Silahkan memberi kritikan dan saran yang membangun.