Tentang Amanah dan Pertolongan Allah

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

Sahabat Catatan Ummat, pertama-tama terimakasih telah mengunjungi blog sederhana ini yang jauh dari kata sempurna. Karena masih banyak kekurangan baik dari konten artikel maupun penampilan blog yang mungkin membuat pengunjung tidak nyaman.

Terlepas dari itu, saya bersyukur sebab masih ada yang mengunjungi blog ini meskipun tidak seberapa. Mungkin saya harus lebih banyak belajar lagi tentang bahasa pemprograman agar kedepannya lebih baik lagi.

Ok, kembali ketujuan awal, kali ini admin akan menulis tentang pengalaman yang baru beberapa hari terjadi, mungkin pengalamannya tidak terlalu mengesankan dan biasa saja, tapi admin ingin membagikan pelajaran yang admin petik dari pengalaman tersebut.

***

Saya memiliki teman yang kebetulan satu kelas dengan saya dikampus. Dia ini memiliki laptop dan itupun dari saudara sepupu perempuannya. Singkat cerita, ia menitipkan barang (laptop) tersebut kepada saya, entah mengapa ia memiliki pemikiran tersebut padahal saya tak sebaik yang ia kira. Pada awalnya saya menolak sebab takut jika terjadi sesuatu pada barang titipan tersebut, namun pada akhirnya saya tetap menerimanya, saya juga lupa kenapa saya tiba-tiba menyetujuinya.

Lanjut cerita, akhirnya laptopnya tersebut berada ditangan saya. Saya menggunakannya ketika ada tugas kuliah untuk membuat makalah, tentu teman saya sudah mengizinkannya. Ia pun sering datang ke kost saya jika ada tugas yang tak dipahaminya. Begitulah yang terjadi selama kurang lebih 2 dua bulan ia mengamanahkan laptopnya ke saya.

Berapa hari kemarin, terjadilah insiden yang membuat saya panas dingin, kelimpungan dan deg-dekan. Pasalnya laptop yang diamanahkan ke saya itu bermasalah (tidak usah saya sebut secara detail), alhasil rasa takut mulai muncul, takut jika saya harus membayar denda (kan tau sendiri harga laptop itu tidak sedikit), takut jika saya harus menggantinya dan takut jika saya dituduh perusak barang orang.

Namun jujur, entah saya tidak sengaja atau apa tiba-tiba laptop tersebut bermasalah, seingat saya laptop itu baik-baik saja ketika saya dan teman saya menggunakan beberapa jam lalu sebelum kejadian itu terjadi.

Ketika laptop itu bermasalah, saya berusaha untuk memperbaikinya sendiri dengan pengetahuan tentang komputer itu 0 (nol). Saya tidak memberitahukan itu kepada teman saya, pikiran saya waktu itu, saya harus berusaha dulu, jika tak menemukan titik terang barulah saya kasi tau.

Saya berusaha memperbaiki laptop itu kurang lebih dua hari. Saya terus berdoa semoga laptop itu bisa kembali seperti semula. Pas saya pulang dari kampus, saya kembali mengotak atik laptop itu. Saya memencet tombol yang ada dikeyboard beberapa kali, tapi tak mengalami perubahan. Saya searching di mesin pencari google, dan saya aplikasikan tetap tak mengalami perubahan.

Usaha terakhir yang saya lakukan bertanya kepada sesama blogger di grup Facebook Blogger Indonesia, pada awalnya tidak mengalami perubahan, tapi ketika saya menghidupkan kembali laptop tersebut, alhamdulillah laptop itu sudah kembali seperti semula, permasalahannya sudah teratasi. Waktu itu saya sangat lega, terharu hingga saya hampir meneteskan air mata (mungkin sedikit lebay). Tapi saya benar-benar bahagia, karena saya tidak akan membayar denda seperti apa yang saya pikirkan. Dan tidak juga menggantinya.

Dari pengalaman tersebut, pertama admin memetik pelajaran tentang begitu beratnya orang diberi amanah, ia harus berhati-hati terhadap yang diamanahkan seperti ia menjaga barang kesayangan sendiri. Sebab sangat banyak hal yang terjadi ketika kita diamanahkan sesuatu, apakah barang itu rusak atau bahkan hilang, yang harus dipertanggung jawabkan oleh yang orang diamanahkan, bukan hanya kepada pemilik barang tersebut tapi juga dihadapan Allah. Jadi, orang yang bisa menerima amanah bukanlah orang sembarangan sebab banyak tanggung jawab yang yang harus dipegang.

Kedua, admin akhirnya sadar bahwa pertolongan Allah itu akan selalu dan selalu ada. Allah akan senantiasa memberikan pertolongan kepada hambaNya yang tengah menghadapi kesulitan, Allah tidak akan mendzalimi hambaNya dengan memberi ujian tanpa jalan keluar. Pasti akan selalu ada jalan yang Allah bukakan untuk kita ketika kita sudah berusaha dan berdoa semaksimal mungkin. Tidak ada yang mustahil bagi Allah, ketika kita meminta dengan hati khusyuk dan penuh pengharapan untuk terkabul, maka pertolongan Allah akan segera datang. Allah tidak akan pernah meninggalkan hambaNya dalam kesulitan, kecuali jika orang tersebut yang meninggalkan Allah.

Sekian pengalaman yang admin tuliskan, admin tau bahwa cerita diatas mungkin tidak terlalu terkesan tapi semoga admin dan kita semua bisa mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut.

Wassalam.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Tentang Amanah dan Pertolongan Allah"

Posting Komentar

Syukran atas kunjungannya, jazakumullahu khair.
• Berkomentarlah dengan baik, sopan dan hindari debat kusir.
• Silahkan memberi kritikan dan saran yang membangun.