Andai pacaran boleh, bisakah kita melakukannya? Itu tidak mungkin terjadi, itu sama saja memperbolehkan perbuatan zina. Padahal kita tahu bahwa zina diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Zina merupakan perbuatan terkeji yang menjadi puncak keharaman. Mana mungkin perbuatan keji diperbolehkan dalam islam? Itu akan menghancurkan islam.
Seperti yang kita lihat sekarang, dari waktu ke waktu, budaya pacaran semakin melebar, bukan hanya dilingkup orang dewasa, namun sudah menggerogoti para remaja bahkan anak-anak usia dini. Na'udzu billah. Sungguh pemandangan yang sangat memprihatinkan melihat anak usia dini dan remaja berpacaran, menyia-nyiakan waktunya yang sangat berharga hanya demi memuaskan nafsu semata. Padahal manfaat pacaran sama sekali tidak ada. Entah manfaat apa yang didapat oleh orang yang berpacaran. Senang? Bahagia bisa dekat dengan orang yang mereka cintai? Benarkah demikian? Apakah mereka benar-benar bahagia? Itu tidak mungkin, jalan yang ditempuh dengan keharaman tidak akan meraih kebahagiaan. Camkan itu.
Zina. Ini adalah dosa yang paling banyak ditimbulkan oleh para pelaku pacaran. Dosa yang tak selayaknya terjadi kepada para pelajar yang terdidik. Namun, inilah kenyataannya, karena lemahnya iman mereka, sehingga mereka mudah tergoda oleh bujuk rayuan syeithan. Sampai melakukan hal terkeji dan kotor.
Pacaran akan merusak iman seseorang, tidak dapat disangkal orang yang berpacaran akan melalaikannya mengingat Allah, ia akan selalu terpaku pada pasangannya. Bukankah demikian yang terjadi sekarang ini? Bahkan ada yang menuhankan pasangannya. Na'udzu billah.
Allah SWT berfirman:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ إِنَّهُ كَانَ فٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra': Ayat 32)
Kita sudah tidak asing lagi mendengar ayat tersebut. Sebuah larangan terang-terangan dari Allah dalam sebuah firman-Nya, bahwa kita dilarang mendekati zina. Allah saja sudah melarang mendekatinya, lantas bolehkah melakukannya? Tentu saja tidak boleh. Salah satu jalan mendekati zina yaitu pacaran, seperti yang terjadi sekarang ini. Banyak pintu dosa yang terbuka dalam aktivitas terlarang ini, dan pintu terlebarnya adalah zina. Orang yang berpacaran senantiasa selalu ingin berduaan ditempat sepi, disinilah aksi iblis terjadi. Dengan segalah godaannya disemburkan untuk melemahkan iman, sehingga melakukan hal yang tidak senonoh. Na'udzu billah.
Banyak juga yang mencari-cari alasan agar pacaran diperbolehkan. Ada yang mengatakan, "kita kan tidak berdua-duaan, tidak bersentuhan, tidak berpelukan de el el". Ada juga yang paling parah, melebelkan kata islami dalam aktivitas pacaran. Pacaran islami. Astaghfirullah, sebegitu besarkah nafsunya sehingga menghalalkan yang haram? Hari kiamat memang sudah dekat.
Kenapa harus mencari alasan untuk memuaskan nafsu, padahal sudah jelas-jelas Allah melarang kita mendekati zina. Sebegitu sepelenyakah aturan Allah untuk kita, sehingga tak peduli? Allah bukan tanpa sebab untuk mengharamkan zina, pasti karena ada sebabnya. Bukankah itu salah satu bukti cinta-Nya Allah pada kita?
Tinggalkanlah sebelum hal yang tak diinginkan terjadi. Pacaran hanya akan merusak diri seseorang. Jika engkau tak mampu menenggelamkan nafsu syahwatmu, menikahlah, itu lebih mulia dari pacaran.
Wallahu A'lam
Belum ada tanggapan untuk "Allah Melarang Mendekati Zina, Maka Jauhilah"
Posting Komentar
Syukran atas kunjungannya, jazakumullahu khair.
• Berkomentarlah dengan baik, sopan dan hindari debat kusir.
• Silahkan memberi kritikan dan saran yang membangun.