Sakit Itu Nikmat, Benarkah?

Sakit. Siapa manusia di dunia ini yang tidak pernah merasakan sakit? Bahkan para nabi pun pernah merasakan yang namanya sakit. Tak bisa di pungkiri, keadaan ini membuat sekujur tubuh melemah, nafsu makan turun drastis, pikiran kita kacau balau, kepala kita pusing dan sakit seperti ada yang menusu-nusuk jarum.

Namun di balik kesengsaraan sakit yang diberi, terdapat hal mulia dibalik itu semua, yang mungkin sebagian dari kita belum tau bahkan tidak menyangka.

Apakah yang tersembunyi dibalik sakit yang di derita? Adakah manfaat sakit bagi kita? Kalau dipikir secara logis, mana mungkin sakit memiliki manfaat, yang ada hanya mudharat.

Memang sakit membuat kita tidak nyaman, membuat tubuh kita tak bisa beraktivitas sebagaimana normalnya. Memang sakit tidak memiliki manfaat untuk fisik secara langsung, namun dalam pandangan islam sakit ada manfaat, namun bukan untuk fisik, namun untuk sesuatu yang saya tidak bisa jelaskan secara logika . Apakah itu? Berikut pemaparannya.

Perhatikan hadits berikut:

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.”

Ujaran Rasulullah SAW tersebut diriwayatkan oleh Abu Imamah al Bahili. Dalam hadist yang lain Rasulullah bersabda :


“Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya. Allah memerintahkan:

1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.
2. Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya.
3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terangdi wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.
4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya, maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.


Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba.

Namun untuk malaikat ke 4 , Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa-dosanya kepada hamba mukmin. Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan?”

Allah menjawab: “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke dalam laut.”
Dengan ini, maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.”

“Tiada seorang mu’min yang ditimpa oleh lelah atau pe­nyakit, atau risau fikiran atau sedih hati, sampai pun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan di­jadikan penebus dosanya oleh Allah. (HR Bukhari-Muslim)

Tepat, manfaat yang dimaksud adalah bergugurannya dosa-dosa. Subhanallâh. Seharusnya kita bersyukur atas sakit yang Allâh berikan, itu sebuah nikmat dari Allâh. Walau secara langsung tidak kita nikmati, namun secara tidak langsung nikmat itu kita akan rasakan dengan keimanan kita. Tak seharusnya kita mengeluh disaat sakit. Sebab sakit dapat menggugurkan dosa-dosa kita.

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”. (HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571)

Dalam hadits yang lain:

“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”.(HR. Muslim no. 2573).

Subhanallâh. Betapa cintanya Allâh pada hamba-Nya, sehingga musibah pun menjadi penggugur dosa.

Sesungguhnya sakit merupakan nikmat. Hanya orang yang beriman bisa menikmati lezatnya sakit. Karena mereka tau, dengan itu bahwa Allâh menyayanginya. Sehingga mereka bukannya mengeluh, namun mereka justru bersyukur.

Wallahu A'lam

Postingan terkait:

2 Tanggapan untuk "Sakit Itu Nikmat, Benarkah?"

Syukran atas kunjungannya, jazakumullahu khair.
• Berkomentarlah dengan baik, sopan dan hindari debat kusir.
• Silahkan memberi kritikan dan saran yang membangun.