Mungkin kita semua akan merasakan bagaimana hati kita disaat seseorang memuji kita, entah dari sisi apa pun itu dari diri kita, disaat kita dipuji hati pasti merasakan sesuatu. Bangga, senang dan sebagainya. Itu adalah reaksi hati saat pujian terdengar oleh telinga kita.
Namun benarkah pujian itu bermanfaat buat kita? Atau sebaliknya?
Kalau kita telaah, manfaat pujian itu memang mampu membuat kita bersemangat untuk beraktivitas. Karena apa yang kita lakukan mendapatkan pujian dari orang lain. Namun ternyata, dibalik itu pujian sama sekali tidak baik bagi kita, terutama hati (iman).
Kenapa? Karena disaat kita mendengarkan pujian, otomatis rasa bangga bahkan sombong pasti akan mencuat dari hati kita, sekecil apapun itu. Pasti kita merasakan bahwa kita lebih baik dari yang lain, dan menganggap remeh disekitarnya karena kita mendapatkan pujian.
Pujian juga membuat tujuan awal kita berubah untuk melakukan sesuatu. Misal dalam beribadah, niat awal kita adalah semata-mata karena Allah, namun karena seringnya mendapat pujian, otomatis bisa berubah. Dari awalnya karena Allah, namun berubah hanya demi mendapatkan pujian dari manusia.
Ini tentu hal yang sangat berbahaya, pujian ini akan menimbulkan riya dalam ibadah. Artinya ingin dilihat dan diberi pujian oleh orang lain dengan ibadah yang dilakukan. Dulunya mereka ikhlas dalam beribadah, akhirnya goyah karena riya.
Dan disitulah iblis melakukan aksinya dalam membelokkan jalan manusia dari kebenaran. Melalui pujian, iblis akan menggoda agar kita melakukan aktivitas/ibadah karena berharap pujian dari manusia, bukan karena Allah.
Namun, itu semua terjadi jika kita menyikapi sebuah pujian dengan salah. Menganggap kita lebih baik dari yang lain bukanlah sikap yang baik. Kita mesti selalu ingat bahwa segala pujian hanyalah milik Allah semata yang penuh kesempurnaan, bukan kita yang sebagai hamba penuh khilaf. Maka, kita harus menanamkan keyakinan bahwa, apa yang kita lakukan, kelebihan apapun yang kita miliki, itu semua atas kuasa dan kehendak-Nya kepada kita. Kita bisa beribadah karena Allah memberikan kita kesehatan dan umur. Maka tidak selayaknya jika kita bangga, sombong mendengar pujian orang lain, kita harus sadar bahwa yang mereka puji itu sebenarnya Allah yang memberikan kelebihan pada kita, namun iblis selalu melihat celah menuju kemaksiatan hingga membuat kita terjatuh lagi dalam perangkapnya.
Maka, keimanan yang kuat benar-benar harus kita miliki agar kita tak mudah goyah oleh keadaan yang memaksa untuk bermaksiat. Selalu mendekatkan diri kita pada Sang Khaliq agar dijauh dari godaan iblis terkutuk dan terlaknat oleh Allah. Dan tentunya beristighfar dan bertaubat atas segalah kesalahan yang sudah melekat pada diri kita sebagai manusia lemah.
Wallahu A'lam
Belum ada tanggapan untuk "Pujian?"
Posting Komentar
Syukran atas kunjungannya, jazakumullahu khair.
• Berkomentarlah dengan baik, sopan dan hindari debat kusir.
• Silahkan memberi kritikan dan saran yang membangun.