Naungan Allah Untuk Pemuda

Perihal hadits Nabi Sallallahu 'alayhi wasallam mengenai 7 golongan yang akan mendapat naungan Allah dihari kiamat nanti, disitu terdapat golongan pemuda.

"Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu iaberkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yangberdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari hadits diatas, Nabi menggambarkan golongan orang-orang yang nanti dihari kiamat akan mendapat naungan langsung dari Allah. Salah satunya pemuda. Dalam hadits tersebut, pemuda yang dimaksud adalah pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh.

Maksudnya, dalam sebuah hadits dari Shahabat Salmân al-Fârisi Radhiyallahu 'anhu disebutkan: "Dia menghabiskan waktu mudanya dan rajin dalam beribadah kepada Allâh."

Pada umumnya, seseorang saat masa mudanya lebih condong kepada kejahatan, kemaksiatan dan perbuatan-perbuatan yang melanggar syari’at. Namun ada orang di saat mudanya ia justru mengekang hawa nafsunya dan beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla. Orang seperti inilah yang akan dilindungi oleh Allâh Azza wa Jalla.

Dan menilik pada zaman now, kita bisa menilai bahwa pemuda yang dimaksud sangat sedikit sekali, hanya segelintir pemuda saja. Sedang dengan pemuda yang waktunya hanya terus diisi hura-hura, berpesta ria, bermaksiat dan sebagainya, akan sangat banyak kita temui.

Inilah fenomena yang terjadi sekarang, para pemuda, bukannya ia beribadah kepada Allah, malah sibuk dengan hal yang tak berguna. Seharusnya dia pakai masa mudanya untuk mendekatkan diri pada penciptanya, ini malah sibuk bermaksiat. Na'udzubillah.

Mereka beranggapan bahwa waktu mudah diisi dengan kesenangan dan hura-hura bersama teman, karena waktu masih panjang. Mereka lupa, bahwa syarat mati tak harus tua. Muda pun akan mati. Namun, karena anggapan bodoh mereka, serta terlalu menuruti hawa nafsunya, mereka terjerumus pada pergaulan yang terlarang oleh agama.


Sekarang banyak pemuda yang pergaulannya bebas, bergerombol kesana kemari tanpa tujuan pasti. Hanya demi kesenangan sementara hingga mereka rela merusak diri. Na'udzubillah.

Padahal waktu muda adalah masa-masa yang sangat baik untuk menuntut ilmu agama, mendekatkan diri pada Allah, sebab belum tentu kita bisa mendapatkan masa tua. Kalaupun dapat, belum tentu kita mampu menuntut ilmu agama, apalagi fisik akan melemah.

Mungkin karena itu Rasulullah menyampaikan salah satu golongan yang mendapat naungan Allah adalah pemuda. Sebab diwaktu itulah masa yang mudah sekaligus banyak cobaan syahwat. Dan siapa yang mampu menggunakan masa itu untuk beribadah, dan berhasil membentengi diri dari hal yang nista, itulah pemuda yang akan mendapat naunganNya kelak.

Maka dari itu, kita sebagai pemuda semestinya banyak melakukan ibadah kepada Allah, sebab banyak orang tua yang ingin kembali muda untuk demi merasakan nikmatnya ibadah diwaktu muda. Mereka yang tua akan sulit beribadah karena dibatasi dengan fisik yang kadang tak memungkinkan bergerak secara bebas. Untuk itu, gunakan waktu muda kita dengan beribadah dan menuntut ilmu agama, bukan dengan hura-hura dan berpesta ria.

Tidakkah kita ingin mendapatkan naungan Allah kelak? Tentu kita semua ingin. Namun terkadang ucapan tidak sesuai dengan tindakan. Mereka menginginkan, namun tindakan mereka seakan menolak akan hal itu. Karena mereka terlalu dibayang-bayangi oleh nafsu mereka, menutup penglihatan mereka dengan berbagai kesenangan yang tak ada apa-apanya.

Jadi, kita harus selalu berusaha agar terhindar dengan hal yang membuang masa muda kita, meninggalkan pergaulan yang bebas dan terlarang, serta selalu mengkaji ilmu sebagai pegangan kita. Semoga kita selalu dijaga oleh Allah dan dijauhi dari apa yang tidak disukaiNya. Aamiin.

Wallahu A'lam

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Naungan Allah Untuk Pemuda"

Posting Komentar

Syukran atas kunjungannya, jazakumullahu khair.
• Berkomentarlah dengan baik, sopan dan hindari debat kusir.
• Silahkan memberi kritikan dan saran yang membangun.