Tatkala Maksiat Dianggap Lumrah

Disekeliling kita bertebaran dengan berbagai jenis manusia. Mulai pelaku ibadah hingga pelaku maksiat. Kita akan selalu menemukan, sebab itulah yang akan terjadi. Kita akan menemukan orang tiap saat kemasjid, menghadiri majlis dan kajian. Dan menghadiri kegiatan keagamaan lainnya.

Disisi lain akan kita temukan orang yang tiap harinya hanya diisi dengan maksiat, hal-hal yang mudharat dan segala perilaku tercela lainnya.

Dan kita bisa menilai dan membedakan dengan jelas manakah manusia yang baik dan buruk dengan melihat jenis perilakunya. Bahwa yang pertama adalah baik, dan kedua adalah buruk. Namun bagaimana jika ada segelintir orang yang mengambil perspektif yang bertolak belakang tentang hal itu? Menganggap hal yang pertama adalah aneh dan yang kedua lumrah?

Tapi itulah kenyataan yang terjadi sekarang disekitar kita. Bagaimana sebagian orang mengambil pendapat yang salah terhadap soal tersebut. Sekarang banyak yang memandang dan menganggap orang yang mengikuti syariat adalah orang aneh. Namun sebaliknya, menganggap orang yang bermaksiat adalah hal biasa dan bukanlah permasalahan yang riskan. Ini bukan sekedar opini tanpa fakta. Ini benar-benar terjadi sekarang dinegara ini.

Kita bisa lihat, seperti pacaran, bermain musik, minum khamr dan maksiat lainnya. Sebagian masyarakat menganggap hal tersebut adalah hal lumrah yang tak perlu dipermasalahkan. Padahal disisi Allah dan RasulNya adalah permasalah yang besar, dan Allah akan memberikan balasan orang yang membiarkan maksiat merajalela.

Misal dari pacaran, yang sebenarnya (pintu) zina malah dianggap hal yang wajar bagi para pemuda. Membiarkan mereka bergandengan bersamaan tanpa ada ikatan yang halal.  Memberikan mereka privasi untuk berduaan yang bisa mengundang syahwat. Apalagi iblis selalu mengikuti manusia. Ini akan membuat mereka melakukan hal nista. Namun lihatlah, mereka membiarkannya begitu saja.

Begitu pula dengan musik, Rasul telah mengharamkan alat-alat musik. Namun, bisa kita saksikan sekarang, bagaimana musik telah mendarah daging dikehidupan masyarakat muslim. Ini tentu hal yang bisa menyesatkan. Tapi, sekali lagi mereka menganggapnya hal biasa dan wajar.

Sedangkan anehnya, mereka malah memandang dan menganggap yang menjalankan syariat adalah aneh dan kuno. Katanya tidak mengikuti perkembangan zaman. Yang berjilbab besar, lelaki celana cingkrang dan berjanggut dikira radikalisme, terorislah, liberal dan berbagai opini negatif lainnya.

Kenapa ini bisa terjadi? Karena kurangnya pemahaman terhadap agamanya sendiri dan terlalu menyeret diri pada perkembangan zaman tanpa memilah yang mana harus diikuti dan langsung menerima begitu saja budaya yang penuh maksiat dari barat. Akhirnya, mereka asing dengan agamanya dan menganggap budaya yang dibawa dari perubahan zaman adalah hal yang wajar.

Kita tidak menyalahkan perkembangan zaman, sebab mau tidak mau itu akan terjadi. Namun bagaimana kita bijak menghadapinya adalah hal yang perlu kita benahi. Jangan dengan perkembangan zaman membuat kita asing dan menganggap syariat agama kita aneh. Dan budaya-budaya maksiat kita anggap hal yang lumrah. Sebab itu akan membuat kita dan agana kita rusak dan hancur. Maka kita harus kembali pada agama kita agar jalan kita kembali tertuntun dengan baik. Memegang pedoman sepanjang zaman yaitu Quran dan Hadits supaya kita tidak tersenggol lagi pada hal yang menyesatkan dan menghancurkan iman kita.

Wallahu A'lam

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Tatkala Maksiat Dianggap Lumrah"

Posting Komentar

Syukran atas kunjungannya, jazakumullahu khair.
• Berkomentarlah dengan baik, sopan dan hindari debat kusir.
• Silahkan memberi kritikan dan saran yang membangun.