Iman manusia itu kadang tak menentu, kadang naik kadang menurun. Iman seseorang itu selalu berubah-ubah disetiap kondisinya. Tatkala berada ditempat buruk, bisa saja imannya mulai menurun. Dan ketika berada ditempat-tempat baik, imannya kembali meningkat.
Begitulah, pengaruh lingkungan sangat besar disekitar kita, dapat merubah-ubah kondisi keimanan kita, jika kita tidak membuat tameng untuk menyangkalnya. Iman seseorang bisa berjungkil balik akibat dari kondisi yang mereka tempati. Apalagi ditambah dengan pergaulan yang tak disaring, langsung menerima tanpa melihat apakah mereka layak dijadikan teman atau tidak.
Dan demikian pergaulan anak muda zaman sekarang, mereka lebih mengutamakan kesenangan dunianya daripada akhiratnya. Lihatlah tatkala mereka mencari teman, mereka lebih condong kepada teman yang asyik, namun asyik dalam artian kesenangan dunia, dibandingkan dengan teman yang shaleh, mereka cenderung menghindar. Seperti takut ketularan penyakit.
Padahal sebaliknya, mereka yang sebenarnya terkena penyakit dengan pergaulan tanpa ada batasannya itu. Justru berteman dengan orang-orang shaleh, bermajlis dengan orang-orang yang selalu mengingatkan kita kepada Allah adalah obatnya. Sebab dalam Islam, kita memang dianjurkan memilih teman yang shaleh ketimbang teman yang kerjanya hanya asyik dunia saja. Bahkan kita disuruh tidak berteman dengan orang seperti itu.
Tapi apa yang terjadi sekarang, bukan harapan yang diharapkan. Pergaulan bebas dimana-mana. Berkumpul ditempat-tempat yang tak berfaedah. Pertemanan yang tak terkontrol oleh agama. Ini semua akibat dari lingkungan. Sudah dijelaskan tadi, bahwa lingkungan sangat berpengaruh besar terhadap iman kita, akhirnya perteman kita juga ikut berimbas. Lingkungan yang buruk, otomatis kita berteman dengan orang yang buruk. Lingkungan yang baik, otomatis kita berteman dengan orang baik. Jadi kita mesti harus pilih-pilih dalam pergaulan dan lingkungan yang ingin kita masuki, sebab pengaruhnya sangat signifikan terhadap keimanan kita.
Untuk itu diperlukannya kehati-hatian untuk masuk kelingkungan disekitar kita, kita mesti melihat apakah lingkungan itu baik buat kita atau tidak. Kita juga harus memilih teman yang shaleh. Jika teman yang kerjanya hanya hangout tak jelas, bisa membuat kita terjerumus terlalu jauh oleh kesenangan dunia. Kita harus, bahkan wajib berteman dengan orang-orang shaleh, jika memang kita ingin menjadi lebih baik dan shaleh.
Jadi, sekali lagi, lingkungan sangat berpengaruh besar buat keimanan kita, lingkungan dapat membuat iman kita menurun, juga dapat membuatnya naik. Namun itu tergantung bagaimana kita bisa mengatur diri kita, bagaimana kita bisa membuat perisai agar tidak terjerumus dengan lingkungan yang buruk, supaya kita selalu menuju kearah lebih baik. Jika ingin membuat iman kita selalu stabil diatas, beradalah dilingkungan orang-orang shaleh. Sebab hanya merekalah yang sangat dekat dengan Sang Pemilik hati, yang membuat hati kita berbolak balik.
Wallahu A'lam
Belum ada tanggapan untuk "Pengaruh Lingkungan Terhadap Iman"
Posting Komentar
Syukran atas kunjungannya, jazakumullahu khair.
• Berkomentarlah dengan baik, sopan dan hindari debat kusir.
• Silahkan memberi kritikan dan saran yang membangun.