Akibat Mendengarkan Musik dan Nyanyian

Musik merupakan alunan nada yang dianggap indah oleh sebagian orang. Nada-nadanya yang 'katanya' bisa membuat orang yang mendengarkan akan terbuai. Saat ini musik sudah menjadi salah satu bagian hidup manusia yang tak terpisahkan. Musik telah merambah keseluruh penjuru dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Di Indonesia, para remaja yang sangat banyak menggemari musik, entah mendengar langsung dari sang penyanyi atau melalui handpohone menggunakan headset. Alasan mereka pun beragam saat ditanya, mengapa ia senang mendengar musik. Ada karena hoby, iseng, karena bosan, untuk menghilangkan penat atau untuk menenangkan hati dan pikiran.

Namun perlu kita ketahui dan perlu tekankan, terkhusus bagi muslim, bahwa agama Islam sebenarnya mengharamkan musik (alat musik). Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam telah mengharamkan alat musik. Sebagaimana sabda beliau yang memprediksikan bahwa akan ada nanti umat yang menghalalkan alat musik.

”Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.” (HR Bukhari)

Namun, kami tidak akan membahas terlalu dalam tentang haramnya musik, sebab sudah jelas, namun Catatan Ummat akan membahas dampak bahaya utama akibat dari mendengarkan musik. Dampak yang berbahaya namun tak banyak orang yang menyadarinya.

Mengapa demikian? Kenapa musik bisa berbahaya bagi kita? Itulah salah satu trik iblis, ia membuat manusia tidak menyadari akibat dari perbuatannya.

Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni (julukan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah) rahimahullah pernah bertkata:

“Demi Allah, bahkan mendengarkan nyanyian (atau alat musik) adalah bahaya yang mengerikan pada agama seseorang, tidak ada cara lain selain dengan menutup jalan agar tidak mendengarnya.”

Musik atau nyanyian juga bisa membuat hati seseorang ditumbuhi oleh sifat kemunafikan, sifat yang sangat buruk dalam agama. Ibnu Mas’ud mengatakan, “Nyanyian menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan sayuran.”

‘Umar bin ‘Abdul Aziz pernah menulis surat kepada guru yang mengajarkan anaknya, isinya adalah, ”Hendaklah yang pertama kali diyakini oleh anak-anakku dari budi pekertimu adalah kebencianmu pada nyanyian. Karena nyanyian itu berasal dari setan dan ujung akhirnya adalah murka Allah. Aku mengetahui dari para ulama yang terpercaya bahwa mendengarkan nyanyian dan alat musik serta gandrung padanya hanya akan menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan rerumputan. Demi Allah, menjaga diri dengan meninggalkan nyanyian sebenarnya lebih mudah bagi orang yang memiliki kecerdasan daripada bercokolnya kemunafikan dalam hati.”

Musik dan nyanyian juga menjadi pembawa pada perzinaan, dengan alunan yang bisa memabukkan dan lupa diri. Yazid bin Al Walid mengatakan, “Wahai anakku, hati-hatilah kalian dari mendengar nyanyian karena nyanyian itu hanya akan mengobarkan hawa nafsu, menurunkan harga diri, bahkan nyanyian itu bisa menggantikan minuman keras yang bisa membuatmu mabuk kepayang. … Ketahuilah, nyanyian itu adalah pendorong seseorang untuk berbuat zina.”

Selain itu, musik juga akan mendatangkan murka Allah. Adh Dhohak mengatakan, “Nyanyian itu akan merusak hati dan akan mendatangkan kemurkaan Allah.”

Keempat 'Ulama Madzhab juga memberikan pernyataan buruk tentang musik dan nyanyian.

1. Imam Abu Hanifah. Beliau membenci nyanyian dan menganggap mendengarnya sebagai suatu perbuatan dosa.

2.Imam Malik bin Anas. Beliau berkata, “Barangsiapa membeli budak lalu ternyata budak tersebut adalah seorang biduanita (penyanyi), maka hendaklah dia kembalikan budak tadi karena terdapat ‘aib.”

3.Imam Asy Syafi’i. Beliau berkata, “Nyanyian adalah suatu hal yang sia-sia yang tidak kusukai karena nyanyian itu adalah seperti kebatilan.Siapa saja yang sudah kecanduan mendengarkan nyanyian, maka persaksiannya tertolak.”

4.Imam Ahmad bin Hambal. Beliau berkata, “Nyanyian itu menumbuhkan kemunafikan dalam hati dan aku pun tidak menyukainya.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memberikan pelajaran yang sangat berharga. Beliau mengatakan, “Seorang hamba jika sebagian waktunya telah tersibukkan dengan amalan yang tidak disyari’atkan, dia pasti akan kurang bersemangat dalam melakukan hal-hal yang disyari’atkan dan bermanfaat. Hal ini jauh berbeda dengan orang yang mencurahkan usahanya untuk melakukan hal yang disyari’atkan. Pasti orang ini akan semakin cinta dan semakin mendapatkan manfaat dengan melakukan amalan tersebut, agama dan islamnya pun akan semakin sempurna.”

Lalu, Syaikhul  Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, ”Oleh karena itu, banyak sekali orang yang terbuai dengan nyanyian (atau syair-syair) yang tujuan semula adalah untuk menata hati. Maka, pasti karena maksudnya, dia akan semakin berkurang semangatnya dalam menyimak Al Qur’an. Bahkan sampai-sampai dia pun membenci untuk mendengarnya.”

Wallahu A'lam

Referensi: Rumaysho.com

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Akibat Mendengarkan Musik dan Nyanyian"

Posting Komentar

Syukran atas kunjungannya, jazakumullahu khair.
• Berkomentarlah dengan baik, sopan dan hindari debat kusir.
• Silahkan memberi kritikan dan saran yang membangun.