Nikmat Itu Ada Tiga, Kata Ibnu Qoyyim

Nikmat itu ada tiga:

1. Nikmat yang cara pendapatannya diketahui oleh manusia.

2. Nikmat yang ditunggu-tunggu kehadirannya.

3. Nikmat yang tidak dirasakan olehnya (manusia, pen).

Jika Allah ingin menyempurnakan nikmat-Nya kepada seorang hamba, Dia menunjukkan nikmat-Nya yang telah diberikan lalu ditambahnya karena rasa syukurnya sebagai pengikat agar tidak pergi lagi. Nikmat akan pergi karena kemaksiatan dan akan terikat dengan rasa syukur. Perbuatan yang baik akan jalan datangnya nikmat yang ditunggu dan jalan itu akan terputus jika seorang hamba menjauhi perbuatan baik (melakukan perbuatan buruk, pen). Jika nikmat itu telah datang kepadanya dalam bentuknya yang sempurna dan telah akrab, orang itu menjadi tidak merasa lagi.

Dikisahkan bahwa seorang arab datang menemui Harun Ar Rasyid berkata, "Wahai Amirul Mukminin. Allah telah menetapkan nikmat yang engkau selalu syukuri, nikmat yang engkau harapkan juga telah datang karena prasangka baik dan ketaatanmu yang terus-menerus dan nikmat-nikmat yang ada padamu, yang kamu tidak mengetahuinya, menunjukkan kepadamu agar kamu mensyukurinya." Harun Ar Rasyid merasa takjub dengan seraya berkata, "Alangkah baiknya pembagian yang dia paparkan."

[Ibnu Al-Qoyyim dalam Al-Fawa'id]

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Nikmat Itu Ada Tiga, Kata Ibnu Qoyyim"

Posting Komentar

Syukran atas kunjungannya, jazakumullahu khair.
• Berkomentarlah dengan baik, sopan dan hindari debat kusir.
• Silahkan memberi kritikan dan saran yang membangun.